BKSDA BENGKULU TERTIBKAN KAWASAN TWA PANTAI PANJANG
Bengkulu, 10/12 (ANTARA) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bengkulu menertibkan kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Pantai Panjang karena sebagian besar sudah beralih fungsi menjadi jalan dan bangunan pemerintah.
Sabanyak 70 persen dari 967 hektare luas TWA Pantai Panjang di Pulau Baai Bengkulu sudah bralih fungsi menjadi bangunan pemerintah, kata Kepala KSDA Provinsi Bengkulu Andi Basrah melalui Kabag TU Supartono di Bengkulu, Jumat.
Di kawasan TWA itu, katanya, sudah dibangun jalan yang menghubungkan kawasan Pantai Panjang dengan Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu sepanjang belasan kilometer.
Selian itu, juga dibangun perluasan lapangan golf Rafflesia, Kota Bengkulu sekitar 50 Ha sehingga hutan bakau dan kayu cemara laut di lokasi itu sudah habis.
Lapangan golf itu dikelola badan usaha milik daerah (BUMD) PT Bengkulu Mandiri (BM) yang sudah menanamkan investasi sekitar Rp9 miliar di lahan tersebut.
Kawasan TWA ditetapkan dengan SK Menhut No.420/Menhut-II/1999 tentang kawasan TWA, awalnya kawasan itu ditetapkan sebagai kawasan konservasi sesuai SK Menhut No.383/Menhut-II/1985.
Tapi dengan SK No. 420 kawasan itu ditingkatkan statusnya menjadi taman wisata alam, sehingga semua pihak harus menyikapinya dengan bijaksana.
"Kami sudah melayangkan surat teguran kepada PT BM, namun sampai sekarang belum ada jawaban, sedangkan ke tingkat pusat juga sudah dilaporkan," katanya.
Fungsi kawasan wisat alam itu selain sebagai hutan konservasi, juga tempat wisata sekaligus menjaga tumbuh-tumbuhan di atasnya, bukan untuk dijadikan kawasan pembangunan dan pengembangan kota.
Jika kawasan hutan itu rusak, dampaknya sangat luas, di samping terjadi kerusakan vegetasi, juga akan muncul ancanam bencana alam.
Pejabat PT BM Hendra membenarkan bahwa ada teguran dari BKSDA agar perluasan lapangan golf Raffelsia tidak dilanjutkan.
"Kami akan berkoordinasi dengan Pemda Provinsi Bengkulu karena yang mengizinkan pembangunan dan perluasan lapangan golf itu adalah pejabat provinsi," katanya.
PT BM dipercaya Pempro Bengkulu mengelola lapangan golf itu sejak 2007 termasuk perluasan tersebut. Lapangan golf Bengkulu terdiri 18 hole dari sebelumnya hanya sembilan hole.