ANGGARAN JALINBAR SUMATRA DIUSAHAKAN DARI APBN
Bengkulu, 21/12 (ANTARA) - Anggaran pembangunan jalan lintas barat (Jalinbar) Sumatra yang menghubungkan Bengkulu-Sumatra Barat akan diusahakan dari APBN perubahan pada 2010, kata anggota Komisi V DPR RI Sahfan Badli Sampurno di Bengkulu, Senin.
"Anggaran pembangunan Jalinbar khususnya yang terputus akibat abrasi di Kecamatan Batiknau dan Ketahun, Kabupaten Bengkulu Utara akan dimaksimalkan dari APBN perubahan 2010, karena APBN pada 2010 sudah disahkan anggota DPR periode sebelumnya," katanya.
Sampurno menjelaskan, sudah meninjau langsung kondisi jalan yang terputus tersebut dan statusnya sudah dialihkan menjadi jalan provinsi sementara jalan negara dialihkan ke wilayah Batik Nau-Ketahun.
Anggaran pembangunannya dari APBN yang jumlahnya mencapai senilai Rp200 triliun.
"Ini termasuk angka yang besar, makanya kami pada kesempatan reses ini ingin berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengetahui kebutuhan pembangunan di Bengkulu ini," jelasnya.
Sementara Jalinbar Sumatra yang terancam putus di beberapa titik belum ditangani oleh Departemen Pekerjaan Umum.
Tiga titik jalan yang terancam putus terdapat di Desa Urai dan Serangai, Kecamatan Ketahun Kabupaten Bengkulu Utara dan di Desa Air Punggur Kecamatan Mukomuko Utara Kabupaten Mukomuko, kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Ali Berti.
"Di dua titik yaitu Serangai dan Urai sebagian badan jalan sudah amblas, tinggal menunggu waktu putus," katanya.
Kondisi badan jalan ini kata dia sangat berbahaya bagi pengguna jalan apalagi saat malam hari karena tidak ada penerangan jalan.
Untuk mengantisipasi terjadinya korban jiwa, Pemprov Bengkulu sudah memasang tanda bahaya di sisi jalan sebelum Dinas PU melakukan penanganan.