17 Desember 2009

15 HEKTARE LAHAN KRITIS CAGAR ALAM DIHIJAUKAN

Bengkulu, 15/11 (ANTARA) - Sebanyak 15 hektare (Ha) lahan kritis yang berada di kawasan Cagar Alam Danau Dendam Tak Sudah (DDTS), Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu akan segera dihijaukan pada 2010.
"15 hektare lahan kritis tersebut akan segera dihijaukan yang berada dalam kawasan Cagar Alam DDTS pada 2010," kata Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bengkulu, Khairil Burhan di Bengkulu, Minggu.



Kerusakan lahan hingga Akhir Oktober 2009, kata dia, sudah mencapai 15 Ha dan harus segera dilakukan upaya untuk mengembalikan keseimbangan kawasan.
Cagar Alam DDTS itu, setiap tahunnya selalu terjadi perambahan dan pengrusakan lahan akibat sebagian kawasan dijadikan perkebunan sehingga berpengaruh terhadap debit air Danau Dendam Tak Sudah.
Penghijauan tersebut, akan segera ditanam dengan tanaman yang berasal dari kawasan dan penambahan beberapa tumbuhan lainnya.
"Untuk menjaga kelestariannya, harus dilakukan terobosan yang bermanfaat agar kawasan konservasi selalu menjadi cadangan air tawar di Kota Bengkulu," ujarnya.
Ketika musim kemarau, DDTS menjadi kawasan suplai air bersih dari sejak dulu dan merupakan peninggalan penjajah Belanda.
Kawasan itu, sejak dulu sebagian masyarakat memanfaatkan irigasi dari air yang berasal dari danau untuk areal persawahan. Karena itu, kawasan itu sangat dibutuhkan sebagai sumber air bagi masyarakat. katanya.
Debit air yang masuk ke danau tersebut, kini terus mengalami penurunan sehingga harus selalu ditingkatkan dengan melakukan penghijauan kembali.
Ekosistem dan hayati yang terkandung didalamnya, harus dijaga dan ditingkatkan supaya dapat dinikmati oleh masyarakat didua kabupaten/kota itu.
Khairil menambahkan, kondisi kawasan sudah kritis dan bila tidak dilakukan upaya yang konkrit maka akan mengalami kerusakan sekaligus cadangan air tawar akan menipis.

© Copyright 2011 Perum LKBN Antara Biro Bengkulu . All rights reserved | Contact Us | About Us

Back to TOP