DPRD USULKAN RELOKASI RUMAH DI BANTARAN SUNGAI
Mukomuko, Bengkulu, 20/12 (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, mengusulkan relokasi 18 rumah di bantaran Sungai Retak Mudik ke tempat yang lebih tinggi karena berpotensi terkena bencana.
Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Mukomuko Tarmizi, Senin, mengatakan, aktivitas abrasi Sungai Retak terus terjadi, sehingga belasan rumah harus diselamatkan, jika tidak akan amblas masuk sungai.
"Sedikitnya empat rumah saat ini bagian belakang sudah mengarah ke bibir sungai, sehingga dimungkinkan tidak lama lagi akan masuk sungai, begitu juga dengan belasan rumah lainnya kemungkinan akan ikut menjadi korban abrasi sungai," ujarnya.Ia mengatakan, DPRD telah menyampaikan permasalahan pemukiman penduduk yang berada di bantaran sungai retak mudik kepada pemerintah setempat dan Badan penanggulangan Bencana daerah, tetapi tidak direspon dengan alasan belum masuk tahap darurat.
"Bahkan usulan atas nama DPRD daerah ini juga disampaikan kepada DPRD Provinsi Bengkulu, tetapi sampai sekarang belum ada realisasi," urainya.
Ketua Badan Kehormatan DPRD daerah ini, memberikan dua solusi, untuk membantu pemukiman yang berada di Kecamatan Sngai Rumbai itu, yakni pemindakan pemukiman penduduk ketempat yang lebih tinggi.
"Karena Desa Retak Mudik telah menyiapkan lahan yang berada ujung desa ini untuk lokasi pemukiman baru dengan catatan pemerintah harus menyiapkan perumahan supaya bisa ditempati oleh masyarakat," urainya.
Selanjutnya, kata politisi dari Partai Keadilan Sejahtera itu, pemerintah membangun pelapis tebing atau membangun bronjong sehingga bisa menahan tebing sungai agar tidak longsor.
"Dua solusi itu sudah kami sampaikan kepada pemerintah kabupaten dan provinsi, tetapi tidak satupun yang teralisasi sampai saat ini," urainya.
Sementara itu hujan yang terjadi terus menerus sangat cepat mengikis bagian tebing, bahkan sungai sering kali meluap saat hujan deras.