WALI KOTA BENGKULU INTRUKSIKAN PSB BEBAS PUNGUTAN
Bengkulu, 2/7 (ANTARA) - Wali Kota Bengkulu Ahmad Kanedy menginstruksikan semua sekolah di kota itu agar bebas dari pungutan liar saat penerimaan pendaftaran siswa baru (PSB) tahun ajaran 2010/2011.
"Saya sudah instruksikan seluruh sekolah agar tidak melakukan pungutan apapun pada pendaftaran siswa baru (PSB)," katanya di Bengkulu, Jumat.
Ia mengatakan tidak ada pungutan dalam PSB sebab jika sekolah tetap melakukan pungutan maka sudah melanggar SK Wali Kota nomor 06 tahun 2008 tentang PSB gratis.Menurutnya, PSB gratis tersebut sekaligus untuk menunjang program pendidikan gratis yang merupakan salah satu pilar pembangunan Kota Bengkulu selain kesehatan gratis dan ekonomi kerakyatan.
"Orang tua siswa jangan dibebani lagi dengan pungutan pendaftaran siswa baru karena mereka sudah cukup banyak pengeluaran untuk beli seragam, buku tulis, dan keperluan lain,"terangnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kota Bengkulu Yunirha mengatakan sebanyak 40 sekolah tingkat SMP dan SMA di Kota Bengkulu membuka PSB lewat internet untuk mengisi daya tampung SMP negeri sebanyak 4.456 siswa dan SMA negeri sebanyak 1.448 siswa serta SMK sebanyak 2.152 siswa.
Ia mengatakan pendaftaran bisa dilakukan di satu sekolah meskipun pilihannya sekolah lainnya dengan kata lain calon siswa baru tidak harus datang ke sekolah yang dipilih.
"Tapi khusus dari luar kota dan provinsi harus mendaftar di Diknas karena ada beberapa syarat administrasi yang harus dilengkapi,"katanya.
Penerimaan siswa baru lewat internet dibuka hingga 7 Juli 2010 dan siswa bisa melihat pengumuman di sekolah yang dituju atau melalui alamat situs http://bengkulu.psb-online.or.id.
"Atau bisa juga melalui sms 7427 ke semua operator, kecuali Telkom Flexi atau nomor 9388 ke semua operator kecuali XL, Axis, Star One dan Ceria, serta ke 9877 ke semua operator kecuali Esia, Hepi, Frend, Star One dan Ceria," ujarnya.
Siswa yang dinyatakan diterima di sekolah yang dipilih harus mendaftar ulang dan pada 13 Juli kegiatan belajar dan mengajar di sekolah dimulai.