07 April 2010

PEMKAB MUKO MUKO TOLAK RASKIN 2010

Bengkulu, 31/3 (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko kembali menolak jatah beras miskin (raskin) yang dialokasikan pemerintah pusat bagi 6.525 rumah tangga sasaran (RTS) di daerah itu.

"Kami memutuskan menolak raskin seperti tahun sebelumnya, karena sesuai dengan program bupati seluruh areal pertanian digarap dan ditanami padi sehingga masyarakat tidak malas," kata Asisten II Sekretariat Kabupaten Muko Muko, Kasmidi, saat dihubungi melalui telpon, Rabu.


Kabupaten Mukomuko sudah menolak pagu raskin sejak tiga tahun terakhir dengan alasan program itu akan membuat petani tidak produktif dalam mengolah lahan mereka.

Kebijakan tersebut, menurut Kasmidi, di satu sisi sangat positif untuk memacu petani agar tetap mengolah lahan pertanian yang sebagian sudah dialihkan menjadi areal kebun sawit.

"Bupati tidak ingin petani menelantarkan lahan persawahan atau diganti dengan sawit, sehingga raskin ditolak dengan harapan petani akan tetap menanam tanaman pangan khususnya padi," katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial Provinsi Bengkulu, Arifin Daud meminta Pemkab Mukomuko mempertimbangkan pagu raskin yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu di daerah itu.

"Sebaiknya dipertimbangkan karena masih banyak masyarakat miskin di daerah itu dan pertimbangan lain harga beras juga sangat tinggi saat ini," katanya.

Menurutnya, raskin sangat bermanfaat bagi mereka yang berpenghasilan rendah, terutama masyarakat yang tidak memiliki lahan pertanian seperti nelayan atau hanya sebagai buruh perkebunan atau buruh bangunan.

Selain itu, program tersebut juga merupakan program nasional yang seharusnya bersama-sama disukseskan oleh pemerintah daerah.

"Ini ketiga kalinya Pemkab Mukomuko menolak raskin dengan alasan tidak ingin membuat masyarakat malas mengolah lahan, tapi masalahnya bagaimana dengan masyarakat yang tidak punya lahan seperti nelayan dan lainnya," katanya.

Sementara itu, jatah raskin untuk Provinsi Bengkulu tahun 2010 yang sudah ditetapkan Gubernur Bengkulu pada 19 Januari lalu sebanyak 18.813 ton untuk 120.602 RTS.

Jumlah raskin dan penerima pada tahun ini berkurang dari data pada tahun 2009 lalu, dimana jumlah raskin sebanyak 23.880 ton dengan penerima 140.626 RTS.

"Jumlah raskin per RTS juga berkurang dari 15 kilogram menjadi 13 kilogram, tapi harganya tetap sama Rp1.600 per kilogram," katanya.

© Copyright 2011 Perum LKBN Antara Biro Bengkulu . All rights reserved | Contact Us | About Us

Back to TOP