ALAT PERINGATAN GEMPA DI MUKOMUKO TAK BERFUNGSI
Bengkulu, 8/3 (ANTARA) - Sebagain besar alat peringatan dini gempa dan tsunami di kawasan pantai Kabupaten Mukomuko, bengkulu, kini tidak berfungsi sehingga ketika ada getaran gempa masyarakat panik berhamburan ke luar rumah.
Roni (43), salah seorang warga Mukomuko mengatakan, Senin, sebelumnya saat alat peringatan gempa itu masih berfungsi, sirene yang di pasang pantai setempat berbunyi saat ada gempa, terlebih kalau terjadi laut surut pertanda ada potensi tsunami.
Sekarang, tanda-tanda itu tidak bisa diketahui karena alat tidak berfungsi, katanya.
Menurut Roni, alat pemantau gempa dan tsunami itu dipasang secara permanen tak jauh dari rumahnya. Saat baru dipasang, setiap ada getaran gempa sirinenya berbunyi, namun kali ini membisu.
Hal itu terbukti saat gempa berkekuatan 6,5 Skala Richter, Jumat (5/3) malam, alat itu tidak berfungsi lagi. Masyarakat sulit memperkirakan gempa besar itu berpotensi stanmi atau tidak.
Selain itu, katanya, seluruh rambu jalur evakuasi gempa di wilayah itu juga sudah rusak, karena terbuat dari kayu dan tidak dirawat oleh instansi terkait daerah itu.
Padahal pascagempa besar di Sumbar dan Kerinci selama tiga bulan berturut-turut, petugas rutin melakukan sosialisasi, baik jalan evakuasi maupun lokasi penampungan terawat secara baik.
Namun setelah itu seluruh kegiatan terhenti, mungkin saat ada bencana gempa besar lagi petugas kembali sibuk, padahal sebagai wilayah rawan gempa, jalur evakuasi dan penampungan selalu dipelihara termasuk alat pemantau gempa tersebut, jelasnya.
Kabag Humas Pemkab Mukomuko Yanzuri Nawawi mengatakan, peralatan pemantau gempa dan tsunami di daerah itu sekarang dikeluhkan masyakat karena diduga tidak berfungsi karena tidak terpelihara baik.
Pemerintah daerah, katanya, sangat respon akan keluhan warga setempat, terutama masalah antisipasi bencana gempa tersebut, dalam waktu dekat seluruh peralatan peringatan tsunami di daerah itu akan dioptimalkan sesuai fungsinya.