10 ABK KM USAHA MUDA BELUM DITEMUKAN
Bengkulu, 10/3 (ANTARA) - Sebanyak 10 orang anak buah kapal (ABK) Kapal Motor Usaha Muda I yang tenggelam di perairan Ipuh, Kecamatan Ipuh, Kabupaten Muko Muko, Senin (8/3) malam, pukul 19.15 WIB, hingga saat ini belum ditemukan, kata Komandan TNI/AL (Danlanal) Bengkulu Letkol Laut (P) Sukrisno.
"Ada 12 ABK di dalam kapal saat kapal itu tenggelam, dua orang ditemukan selamat sedangkan 10 orang lainnya belum ditemukan termasuk nahkoda kapal," katanya saat memberi keterangan kepada pers di Bengkulu, Rabu.
Dua ABK yang selamat tersebut yakni Anto (24) dan Panji (27). Keduanya ditemukan terapung dengan alat seadanya dengan kondisi sangat lemah.
Korban selamat ditemukan personil Angkatan Laut yang ada di Pos Pengamatan AL di Ipuh bersama nelayan setempat.
"Pencarian korban langsung dilakukan personil di pos pengamatan di Ipuh dan mereka menemukan dua orang korban selamat ini," katanya.
Ke-10 ABK yang masih dalam pencarian tersebut yakni nahkoda kapal bernama Buya, Sefinul, Samir, Yan, Eko, Putra, Iskandar, Syukur, Ocha dan Mamat.
Kapal Motor Usaha Muda I berlayar dari Pelabuhan Teluk Bayur Padang menuju Tanjung Priok Jakarta, namun tenggelam di perairan Ipuh, sekitar enam mil dari daratan.
Tenggelamnya kapal tersebut diketahui dari informasi para nelayan setempat yang melaporkan ke Pos Pengamatan Angkatan Laut di pos Ipuh, Seblat dan pos Teramang Jaya.
Sukrisno mengatakan, kapal berbobot 186 Gross Ton (GT) itu bermuatan 500 ton semen dan sejumlah keramik.
Perkiraan awal, tenggelamnya kapal tersebut diakibatkan angin dan ombak besar yang melanda perairan Bengkulu pada Senin (8/3) lalu.
Dari data yang diperoleh tim Lanal, posisi koordinat tenggelamnya kapal berada di 03 37'00" LS, 101 51' 00" BT.
Sukrisno mengatakan, kapal AL Raja Enggano yang diberangkatkan sejak Selasa (9/3) pagi dengan personil sebanyak 13 orang akan terus melakukan pencarian selama tiga-empat hari sesuai dengan kemampuan logistik yang ada di kapal tersebut.
Pencarian terhadap korban juga dibantu masyarakat setempat dengan menggunakan kapal dan perahu nelayan.
"Peraturan Basarnas memang pencarian selama satu minggu, tapi kita akan lihat kondisi di lapangan, apalagi kemampuan logistik Raja Enggano hanya empat sampai lima hari," katanya.