PEMPROV GELAR "BENGKULU EXPO" PADA MTQN 2010
Bengkulu, 19/12 (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu akan menggelar "Bengkulu Expo" memamerkan produk industri dan pasar rakyat pada penyelenggaraan Musabaqah Tillawatil Quran tingkat Nasional (MTQN) ke-23, pada Juni 2010.
"Lokasinya berada di sekitar penyelenggaraan MTQN di Air Sebakul untuk memperkenalkan produk-produk Bengkulu kepada para peserta MTQN dan pengunjung lainnya," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bengkulu Quratul Aini, Sabtu.
Pelaksanaan "Bengkulu Expo" akan diserahkan kepada penyelenggara kegiatan pihak ketiga dari Jakarta sehingga Pemprov tidak perlu lagi menganggarkan dana.
Namun, untuk penyelenggaraan pasar rakyat akan dikoordinir langsung oleh Disperindag.
"Penyelenggara kegiatan ini adalah dari Jakarta yang menyediakan lokasi dan fasilitas seperti listrik dan air bersih, lalu mereka juga akan menjual anjungan pameran yang disediakan kepada industri dan perusahaan yang ingin mengikuti Bengkulu Expo," katanya.
Target peserta "Bengkulu Expo" tidak hanya dunia usaha dan pemerintah daerah Provinsi Bengkulu tetapi juga perusahaan luar daerah.
Hingga saat ini pihak penyelenggara kegiatan sudah menetapkan akan mendirikan 150 unit tenda untuk disewakan kepada dunia usaha.
Harga satu unit anjungan untuk Bengkulu Expo berkisar antara Rp141 juta. Hasil penjualan tersebut sebesar tiga persen akan menjadi pemasukan daerah.
"Selain itu mereka akan menyediakan beberapa anjungan gratis untuk PKK kabupaten/kota dan dinas lain yang ingin ikut pameran," tandasnya.
Sedangkan pasar rakyat yang menyediakan ruangan bagi para pengrajin dan usaha kecil menengah (UKM) yang ingin menjual produk pada kegiatan religius yang akan dikunjungi ribuan orang tersebut.
Namun, Disperindag hingga saat ini belum menentukan harga anjungan untuk pasar rakyat karena masih dalam pembahasan.
"Kami masih akan mengundang seluruh pemilik usaha kecil untuk memperjelas agenda pasar rakyat, tentu harga anjungan juga akan lebih murah karena kita ingin menghidupkan dunia usaha serta industri kecil dan menengah," katanya.