PEMPROV BENGKULU TUGASKAN SARJANA MEMBANGUN DESA
Bengkulu, 2/11 (ANTARA) - Pemprov Bengkulu tahun depan akan menugaskan Sajana Membangun Desa (SMD) di tujuh kabupaten/kota, dalam rangka mempercepat sektor pembangunan di daerah itu.
Untuk Provinsi Bengkulu tahun 2010 mendapat sepuluh orang, sedangkan tahun sebelumnya hanya enam orang, kata Kabid Produksi Ternak, Disnakwan Provinsi Bengkulu, Ir Iryun, di Bengkulu, Senin.
Ke sepuluh tenaga sarjana itu nantinya ditugaskan ke tujuh kabupaten/kota yaitu di Kabupaten Mukomuko dan Bengkulu Selatan masing-masing dua orang.
Di Kabupaten Seluma, Kota Bengkulu dan Rejang Lebong masing-masing mendapat satu orang, sedangkan Bengkulu Utara lima orang, dan Bengkulu Tengah tiga orang.
Para sarjana itu diharapkan dapat memberikan motivasi kepada warga di sekitarnya terkait potensi yang dimiliki daerah tersebut, sehingga nantinya secara ekonomis pendapatan petani meningkat, katanya.
Tenaga terampil itu diambil dari jurusan peternakan, karena nantinya diharapkan dapat membentuk satu kelompok pengembangbiakan ternak, mulai dari sapi, kambing hingga itik.
Dalam program itu, katanya, pemetintah pusat memberikan modal Rp338 juta bagi peternak sapi, peternak kambing dibantu modal Rp150 juta dan itik Rp90 juta.
Dia mengatakan, dana tersebut digunakan untuk membeli bibit ternak, membangun kandang dan membeli peralatan, sedangkan untuk gaji sarjana tersebut disiapkan Rp2,6 juta per bulan selama sepuluh bulan.
Penggajian bulan berikutnya diambil dari hasil keuntungan yang diperoleh kelompoknya tersebut.
Tugas sarjana tersebut hanya sebagai manager mengatur kelompoknya dalam hal beternak dengan baik, bila ada keuntungan hasilnya dibagi rata ke semua anggota kelompok tersebut, tambahnya.
Dalam program tersebut juga dilibatkan tenaga dari Universitas Bengkulu (Unib) yang memiliki kemampuan dan pengalaman dalam praktek materi dilapangan.
Biasanya, sarjana yang diambil berasal dari desa lokasi sasaran program tersebut, sehingga ketika ada permasalahan dapat dipantau dan diatasi langsung.
Dalam pelaksanaannya program itu selalu dilakukan, pengawasan, agar tak sampai dana bantuan itu tidak jelas penggunaannya, cara pemantauannya antara lain dilihat dari bentuk laporan masing-masing kelompok, pungkasnya.