17 Desember 2009

PABRIK ES UNTUK NELAYAN BENGKULU TIDAK BERFUNGSI

Bengkulu, 13/11 (ANTARA) - Pabrik es balok yang tersebar di tujuh dari sepuluh wilayah kabupaten/kota untuk nelayan Bengkulu tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
"Pabrik es yang telah dibangun itu tidak berfungsi akibat daya listrik yang ada tidak mampu untuk membekukan air," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bengkulu, Bisma Linda di Bengkulu, Jumat.



Pembangunan pabrik es, kata dia, seperti di Desa Pasar Bantal, Kecamatan Teramang Jaya, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, belum berfungsi sehingga nelayan setempat mengalami krisis es balok.
Tujuh wilayah kabupaten/kota merupakan daerah pesisir, yakni Mukomuko, Bengkulu Utara, Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu, Seluma, Bengkulu Selatan, dan Kaur.
Pantai tersebut, langsung berhadapan dengan samudra Hindia, sehingga sebagian masyarakat bekerja sebagai nelayan sejak dahulu.
Pabrik yang es yang telah dibangun itu, hingga saat ini belum dapat berfungsi sehingga sebagian hasil tangkapan membusuk.
Kondisi ini, telah berlangsung sejak lama sehingga harus dibuat suatu terobosan yang jelas dengan memberdayakan pengusaha dan masyarakat setempat.
Pemberdayaan dengan melakukan kebijakan seperti setiap pengusaha atau pembeli berskala besar sebelum membeli ikan harus membawa es balok dari tempat asalnya.
Masyarakat yang berada disekitar pusat pelelangan ikan menyediakan es dari rumahnya secara bertahap dengan demikian permasalahan itu dapat teratasi.
"Melambungnya harga ikan akibat es yang dibutuhkan nelayan tidak sulit untuk diperoleh dan jika ada harganya mahal," ujarnya.
Harga pasaran ikan dibeberapa wilayah, terus mengalami kenaikkan yang cukup signifikan di pasar tradisional yang tersebar di Bengkulu.

© Copyright 2011 Perum LKBN Antara Biro Bengkulu . All rights reserved | Contact Us | About Us

Back to TOP