BENGKULU TAWARKAN INVESTOR CHINA BANGUN PABRIK CPO
Bengkulu, 8/12 (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu sudah menawarkan ke investor dari China untuk membangun pabrik minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di daerah itu pada 2010.
"Penawaran itu telah diajukan atas permintaan staf kedutaan besar RI di China yang menginginkan data keseluruhan sektor pertanian dan perkebunan dalam arti luas untuk dibangun pabrik CPO," kata Gubernur Bengkulu, Agusrin Maryono Najamudin di Bengkulu, Selasa.
Pemprov, kata dia, sudah menindaklanjuti dengan mengirimkan data tersebut ke staf Kedubes RI di Cina dengan harapan segera terealisasi dengan baik.
Investor China tersebut, menyatakan ketertarikannya untuk berinvestasi di bidang pertanian dan perkebunan dengan membangun pabrik CPO.
Agusrin menambahkan, sebanyak 18 titik lokasi yang telah disiapkan untuk investor itu yang tersebar di enam dari sepuluh wilayah kabupaten/kota.
Enam kabupaten itu, Mukomuko, Bengkulu Utara, Bengkulu Tengah, Seluma, Bengkulu Selatan, dan Kaur merupakan daerah perkebunan sawit yang sudah cukup berhasil.
"Pembangunan pabrik CPO memang sangat dibutuhkan dalam meningkatkan pertumbuhan sektor riil. Dengan adanya banyak pabrik di Bengkulu dapat menunjang sektor-sektor lainnya," ujarnya.
Menurut dia, dengan banyaknya pabrik CPO ini dapat membantu masyarakat petani dalam menjaga harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit sehingga harga dapat bersaing.
Untuk itu, lahan perkebunan milik masyarakat dan perusahaan perkebunan lainnya telah mampu mencukupi kebutuhan 600 ton TBS, 30 ton CPO, dan 6.000 hektare (ha) kebun sudah tersedia di enam kabupaten itu.
Perkebunan rakyat yang belum menghasilkan tersebar di enam kabupaten mencapai 87.147 hektare (ha) sehingga penambahan pabrik segera dilakukan.
Dua tahun ke depan saat sebanyak 87.147 ha kebun sawit telah menghasilkan, maka syarat pendirian pabrik harus diterapkan, katanya.