GERHAN DI KABUPATEN MUKOMUKO CAPAI 1.035 HEKTARE
Bengkulu, 6/11 (ANTARA) - Gerakan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (Gerhan) di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu telah terlaksana mencapai 1.035 ribu hektare (ha) pada 2009.
"Program Gerhan yang telah terlaksana pada 2009 dan akan terus ditingkatkan agar hutan lindung dan aliran sungai yang mengalami kritis dapat hijau kembali," kata Bupati Mukomuko, Ichwan Yunus di Bengkulu, Jumat.
Rehabilitasi hutan, kata dia, akan terus ditingkatkan untuk mengembalikan fungsi hutan sebagaimana mestinya akibat perambahan dan pembalakan liar.
Gerhan bertujuan, untuk memulihkan, mempertahankan dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan sehingga kawasan dapat berfungsi sebagai perlindungan Daerah Aliran Sungai (DAS).
Hal itu, dapat mencegah terjadinya banjir, tanah longsor, dan erosi sekaligus mendukung produktivitas sumberdaya hutan dan lahan.
Manfaat dari Program tersebut, sangat baik untuk terus melestarikan keanekaragaman hayati yang ada didaerah itu.
Gerakan yang telah dilakukan itu, dengan menanam kembali tanaman hutan lindung dan aliran sungai dengan tanaman asli hutan tersebut.
Ichwan menambahkan, Pemkab terus mengajak masyarakat setempat untuk terus melakukan penanaman di setiap kawasan hutan dan sungai agar kelestarian hayati tetap terjaga.
Dengan Gerhan itu, untuk mengurangi jumlah areal hutan yang terdegradasi dan mengimbangi kerusakan hutan.
"Kabupaten Mukomuko merupakan wilayah yang berada di Taman Nasional Kerinci seblat (TNKS), hutan lindung, dan kawasan konservasi yang cukup luas," ujarnya.
Kabupaten tersebut, merupakan daerah perkebunan sehingga kebutuhan lahan untuk itu, setiap tahunnya selalu meningkat.
Kebutuhan lahan, menurut dia, akan terus terjadi dan harus diantisipasi sejak dini dengan melibatkan tokoh masyarakat setempat guna mengimbau warga agar tidak merambah hutan dan menebang kayu.