DPRD MUKOMUKO PERTANYAKAN MUTU PROYEK TANGGUL
Bengkulu, 28/11 (ANTARA) - Anggota DPRD Kabupaten Mukomuko, Bengkulu,mempertanyakan mutu pembangunan proyek tanggul penahan abrasi Air Manjunto di Desa Lubuk Sanai setempat, karena baru saja dikerjakan, bangunannya sudah jebol sepajang 24 meter.
Pembangunan proyek tanggul itu dibiayai dana APBN 2009 sebesar Rp5 miliar, namun sepertiga bangunan fisiknya ambrol masuk ke sungai dan diduga kualitanya rendah, kata Anggota DPRD Kabupaten Mukomuko Rusman Aswandi ketika dihubungi, Sabtu.
Tanggul penahan abrasi sungai itu dikerjakan Kontrakktor PT GK dari Sumatra Barat, namun pengerjaan fisiknya baru saja dibuat beberapa pekan lalu sudah jebol.
Proyek penanggulangan bencan Provinsi Bengkulu itu, diduga dikerjakan asal jadi, sehingga kontraktor mengabaikan kualitas akibat lemahnya pengawasan dari instansi terakit.
"Kami mohon kontraktornya kembali mengulangi pengerjaan fisik yang jebol itu, karen dana negara sudah cukup besar dihabiskan pada proyek tersebut," tegasnya.
Dia menilai, sebagian besar proyek Provinsi Bengkulu yang ada di daerah itu bermasalah, sedangkan sudah dianggarkan dana cukup besar.
Proyek Pemprov Bengkulu itu tidak hanya membangun tanggul, tapi beberapa ruas jalan dan jembatan di wilayah itu sebagian besar bermasalah.
Sementara bangunan fisik jalan sepanjang 25 kilometer di Kecamatan Teras Terunjam setempat, sampai sekarang tak ada respon dari Dinas Pu Provinsi Bengkulu padahal usulannya sudah dilakukan dari tahun lalu.
Jalan di kecamatan itu satu-satunya sarana transportasi ke sentra produksi petani setempat, terutama kebun kelapa sawit, karet dan tanaman muda lainnya, tutur Rusman.
Kabag Humas Pamkab Mukomuko Yanzuri Nawawi ketika dihubungi mengatakan, jebol tanggul penahan abrasi Sungai Manjunto terjadi sejak pekan lalu.
Proyek itu adalah tanggung jawab Balai PU Provinsi Bengkulu, sehingga Bupati Mukomuko melalui dinas terkait tidak bisa ikut campur dalam penanganannya.