26 Oktober 2010

MASYARAKAT DIIMBAU WASPADAI PENGERAH TENAGA KERJA ILEGAL

Mukomuko, 25/10 (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, mengimbau masyarakat untuk mewaspadai adanya penawaran perusahaan pengerah tenaga kerja Indonesia yang tidak resmi.

Sebab beberapa masyarakat di daerah ini sudah banyak ditipu oleh perusahaan pengerah tenaga kerja Indonesia (PPTKI) ilegal, kata Kepala Bidang Tanaga Kerja Transmigrasi Kabupaten Mukomuko Indra Kusuma, Senin.Menurut dia, perusahaan pengerah tenaga kerja yang tidak resmi tidak akan bisa memberikan jaminan bagi pekerja yang bekerja di dalam dan luar negeri jika menghadapi masalah.

"Kami berharap beberapa peristiwa yang menimpa tenaga kerja Indonesia (TKI) yang dideportasi dari Malaysia menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat di daerah ini yang berkeinginan menjadi bekerja di luar negeri," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan dan Pembinaan Peserta Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Bengkulu Fauzi ketika berkunjung di Mukomuko, mengatakan sebanyak 11 perusahaan pengerah kerja di daerah itu adalah tidak resmi.

"Bila masyarakat di daerah ini mendapat tawaran dari perusaaan yang mangaku sebagai pengerah tenaga kerja Indonesia sebaiknya langsung berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi setempat," katanya.

Menurut dia, jika perusahaan tersebut resmi maka Disnakertrans akan memberikan rekomendasi, tetapi bila tidak sebaiknya segera melaporkan kepada polisi.

"Sudah banyak kasus masyarakat yang tertipu oleh kegiatan PPTKI, untuk itu masyarakat harus waspada dan jangan mudah percaya dengan iming-iming gaji besar," ujarnya.

Ia berharap kepada masyarakat jangan mau menjadi TKI jika sebagai pembantu rumah tangga di negara lain, sebab itu menyangkut harga diri bangsa.

"Kalau menjadi pembantu sebaiknya tidak usah di luar negeri sebaiknya di negara kita saja karena pengalaman selama ini yang sering menjadi korban majikannya itu pembantu rumah tangga," ujarnya.

© Copyright 2011 Perum LKBN Antara Biro Bengkulu . All rights reserved | Contact Us | About Us

Back to TOP